Rabu, 16 Oktober 2019
Memaafkan Kesalahan, Mengenang Kebaikan
Memaafkan Kesalahan, Mengenang Kebaikan
Cerita ini berkisah tentang dua orang teman, Mandy & Margot, yang berjalan bersama di tepi gurun Sahara di Afrika utara.
Selama beberapa titik perjalanan, Mandy & Margot terlibat dalam pertengkaran Margot menampar Mandy tepat di wajahnya.
Mandy, yang mendapat tamparan, terluka hatinya, tapi tanpa mengatakan apa-apa, ia menulis di pasir, “Hari ini sahabatku, Margot, telah menampar wajahku.”
Mereka melanjutkan perjalanan, sampai mereka menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi.
Mandy yang telah ditampar, terjebak di dalam lumpur & mulai tenggelam, dan tentu temannya, Margot, menyelamatkannya dengan menarik Mandy keluar dari pasir apung.
Setelah pulih, Mandy menulis di atas batu, “Hari ini, Margot sahabatku telah menyelamatkan hidupku.”
Margot yang telah menampar & menyelamatkan sahabatnya, bertanya kepada Mandy, “Setelah aku menyakitimu, kau menulis di pasir & sekarang, Kau menulis di atas batu, mengapa?”
Dengan senyum tulus Mandy menjawab, “Saat seseorang menyakiti kita, kita harus menuliskannya di pasir, di mana angin pengampunan dapat menghapusnya, tetapi saat seseorang melakukan sesuatu yang baik bagi kita, kita harus mengukir di batu, sehingga angin tidak dapat pernah menghapusnya.”
Senin, 14 Oktober 2019
Mengurai Cerita
Bila waktu bisa diputar, tentunya kita akan selalu ingin kembali ke masa-masa bahagia. Semua selalu ingat tentang cerita bahagia yang telah dilalui, tapi tetap tak melupakan cerita sedih yang ada dan mengambil hikmahnya.
Hidup ini penuh cerita dengan berbagai warna, layaknya bunga dengan aneka warna. Kadang tak ada habisnya, lelah pun melanda. Tak apa, jalani saja, semoga setiap cerita lelahmu menjadi berkah. Sesekali rasanya ingin berhenti, rehat sejenak dari penat ini. Tapi sesekali hati berkata teruskan saja, karena dengan segala kegiatan akan melupakan rasa sepimu. Hanya berlangsung sejenak rasa sepi itu, tak lama untuk mengurainya menjadi rasa yang ramai, seperti permen nano nano, masih ada yang ingat kan....
Mengurai satu persatu tak akan terhenti, karena cerita ini akan terus mengisi setiap langkan perjalanan hidup. Perjalanan yang tak tahu kapan dan dimana berakhirnya, perjalanan yang menciptakan sekeping hati ini menjadi tegar, sabar dan juga ikhlas menghadapi semua ketetapan dari Allah, SWT. Menjadi pemicu dalam hati, saat semua yang dibangun hancur berantakan, retak berkeping-keping, adalah menanamkan dalam diri untuk selalu bersyukur dan bahagia.
Menjalani setiap hari dengan rasa bahagia untuk selamanya, bersyukur atas semua yang diberikan olehNya. Menciptakan cerita yang ceria, walaupun terkadang ada percikan perbedaan antara kita. Tak apa sesekali merenung sendiri. Percayalah, semua ada untuk saling melengkapi, semoga semua cerita kita selalu menjadi kenangan indah dalam perjalanan ini.
Terimakasih juga untuk keluarga dan teman-teman tercinta yang telah mewarnai hidupku dengan berbagai cerita.
Love all of you...always...😍😊
Langganan:
Postingan (Atom)